Sejarah Desa

Membicarakan mengenai sejarah desa Mijen tak akan bisa lepas dari peran seorang bernama Mbah Riwu. Dahulu Mbah Riwu adalah seorang yang hidup pada masa penjajahan Belanda, sekitar abad ke-18 Masehi, atau tahun 1800-an. Beliau adalah salah satu tokoh pahlawan dalam perjuangan merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di desa Mijen.

Pada masa peperangan, Desa Mijen selalu dihantam oleh serangan udara oleh Belanda. Namun setiap kali bom jatuh, bom tersebut selalu mejen (mati/tidak meledak). Bermula dari kejadian itu, maka desa tersebut dinamai dengan Mijen.

Berturut-turut datanglah tokoh-tokoh lain, yaitu Papar, Senggreng, dan Longgopati. Mereka adalah tokoh yang sangat berjasa dalam sejarah desa, karena mereka adalah orang-orang pertama yang pertama kali membabat (membuka) desa, sehingga menjadi desa Mijen yang sekarang. Orang-orang menyebut keempat orang tersebut dengan sebutan Pepunden, yang makam (punden) mereka hingga saat ini masih ada dan terawat dengan baik, karena sering diziarahi oleh masyarakat desa.

 

Desa Mijen merupakan desa yang strategis di wilayah Kabupaten Demak karena terletak di jalur lintas antarkota. Desa Mijen juga merupakan wajah dari Kabupaten Demak yang berhadapan langsung dengan Kebupaten Grobogan. Desa Mijen merupakan desa sembada pangan yang terdiri dari tiga dukuhan, yaitu Mijen Barat, Mijen Tengah dan Mijen Timur dan terdiri dari 3 Rukun Warga (RW) dan 17 Rukun Tetangga (RT).

Desa Mijen merupakan desa pertanian. Sebagian besar penduduknya hidup dan menguntungkan hidup dari hasil pertanian. Sawah dan ladang terbentang dari ujung timur hingga ujung barat desa. Berbagai tanaman palawija tumbuh dengan subur. Seperti tanaman kacang hijau, padi, dan lain-lain, yang setiap tahunnya dapat menghasilkan berton-ton jumlahnya. Selain bertani, sebagian lain penduduknya bermata pencaharian sebagai wiraswasta dan wirausaha.

Facebook Comments