KKN UIN; Menanam Pohon untuk Melestarikan Lingkungan

Lurah Mijen bersama tim KKN

Minggu (30/04) tim KKN Posko 24 UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan penanaman bibit pohon bersama warga dan pemuda Desa Mijen Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak. Kegiatan yang dilakukan pada sore hari itu dilaksanakan di lapangan belakang SMP N 1 Mijen. Jenis bibit pohon yang ditanam adalah pohon buah, diantaranya pohon buah mangga, jambu, dan matoa.

Koordinator Desa (Kordes) Posko 24 menjelaskan bahwa penanaman pohon ini merupakan salah satu program kerja divisi lingkungan dan sosial posko 24. Bibit yang ditanam merupakan hasil dari pengajuan permohonan bantuan bibit tanaman ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Jumlah bibit yang diterima yaitu 30 bibit pohon jambu, 40 bibit pohon mangga, 30 bibit pohon matoa.

“Tadinya kami meminta bantuan bibit tanaman bunga refugia, buah maja, dan mimba, akan tetapi DLH tidak punya tanaman tersebut. Dan mengusulkan tanaman buah mangga, jambu, dan matoa. Akhirnya tanaman buah itulah yang kami terima. Alhamdulillah Pak Lurah dan pemuda disini cukup senang dengan adanya pemberian bibit tanaman buah tersebut.” Tutur Kordes 24 bernama lengkap Nelul Azmi di sela-sela aktivitas penanaman pohon kepada penulis.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Pak Sutrisno, Lurah Desa Mijen yang juga melakukan penanaman pohon. Pilihan menanamkan bibit pohon di lapangan tersebut juga atas saran dari Pak Lurah karena keinginannya menjadikan lapangan tersebut sebagai taman sekaligus tempat olahraga. Karena itulah mengetahui tim KKN UIN Walisongo mendapatkan bibit buah langsung diarahakan ke lapangan tersebut.

Penanaman dilakukan setiap jarak 4 langkah mengelilingi lapangan sebelah timur, utara, dan barat. Air diambil dari aliran air selokan di sekitar lapangan tersebut. Penanaman selesai dilakukan dalam dua hari, minggu dan selasa sore. “Semoga dengan dilakukannya penanaman pohon ini akan memberi manfaat bagi warga dan lingkungan. Karena selain buah yang nantinya bisa diambil secara gratis, penanaman pohon juga berarti upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan agar tidak tandus.” Tandas Hilmi selaku anggota divisi lingkungan Posko 24 KKN UIN Walisongo. (UM)

Warga, pemuda, dan tim KKN Desa Mijen

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan