Uri-uri Budaya, Tradisi Apitan Desa Mijen

Apitan atau biasa disebut dengan “Sedekah Bumi” merupakan agenda tahunan desa Mijen yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan yang telah ada sejak lama. Apitan diadakan di desa Mijen kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak. Apitan ini laksanakan tiap bulan apit di kediaman orang yang dianggap tetua desa yang dalam hal ini adalah lurah desa Mijen, Sutrisno.

Tradisi Apitan diawali dengan ziarah makam leluhur desa, makam Mbah Papar, yang merupakan orang yang pertama kali membuka desa, sehari sebelum tradisi Apitan dilaksanakan. Kemudian pada malam harinya dilaksanakan doa bersama (selamatan) oleh lurah, perangkat desa, dan warga di rumah lurah.

Pada pagi hari berikutnya sekitar pukul 10 tradisi Apitan dilaksanakan. yaitu dengan mengubur ubo rambe (sesaji) di depan rumah lurah. Berbagai macam ubo rambe yang dikubur yaitu meliputi berbagai hasil bumi seperti hasil ladang, panganan tradisional, kerajinan tangan, dan lain-lain sebagai simbol wujud syukur kepada Tuhan atas segala limpahan rezeki yang ada di desa Mijen.

Setelah mengubur sesaji, lurah dengan membawa cangkul dan perangkat desa membawa kendi-kendi yang berisi rujak dan dawet berlari mengelilingi rumah lurah sebanyak 3 kali sebagai simbol mengelili desa.

cangkul sebagai simbol bahwa seorang pemimpin harus berkerja keras dalam mengayomi masyarakat. Seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Sedangkan kendi-kendi yang berisi dawet dan rujak diartikan bahwa dalam bekerja tidak selamanya hasilnya akan berbuah manis. Adakalanya merasakan kepahitan dalam bekerja dan itu menjadi hal yang biasa dan pasti akan dirasakan oleh perangkat desa.

Setelah mengelilingi rumah lurah, dilanjutkan dengan acara doa dan makan bersama warga (bancaan).

Menjelang siang selepas zuhur, acara berikutnya adalah Wayangan sebagai hiburan rakyat.

Malam harinya pertujukkan Kethoprak digelar. Berbagai tarian, drama, dan juga nyanyian tradisional jawa ditampilakan.

 

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan