Lebih Dekat dengan Refugia Desa Mijen

Beberapa tahun terakhir refugia banyak menjadi perbincangan di dalam dunia pertanian. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu refugia. Desa Mijen yang terletak di kecamatan Kebonagung kabupaten Demak adalah salah satu desa yang memanfaatkan tanaman refugia. Refugia berhasil mengantar desa Mijen menjuarai lomba pembasmian hama secara alami tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menurut para ahli, definisi refugia adalah pertamanan beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan, atau sumber daya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid (Nentwig, 1998: Wratten et al., 1998). Secara sederhana refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasit) agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik.

Dalam dunia pertanian, tanaman refugia dapat difungsikan sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT). Yaitu hewan atau tumbuhan, baik yang berukuran mikro maupun makro yang mengganggu, menghambat, bahkan mematikan tanaman yang dibudidayakan. OPT sendiri terdiri atas 3 kelompok, yaitu hama, vektor penyakit, dan gulma.

Selain fungsi di atas, refugia juga dapat dimanfaatkan sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami (Solichah, 2001). Dengan menanam refugia dimaksudkan supaya tercipta agroekosistem di lahan pertanian yang terjaga. Penanaman refugia pada tanaman yang dibudidayakan diusahakan sesaat setelah pembuatan galeng selesai, sehingga pada saat tanaman refugia berbunga, padi sudah mulai tumbuh, dan tanaman padi dapat terhindar dari OPT. Berikut fungsi-fungsi tanaman refugia.

  • Sebagai predator alami bagi organisme pengganggu tanaman (pembasmi hama).
  • Meminimalisasi penggunaan pestisida.
  • Sebagai habitat alami bagi beberapa serangga seperti kupu-kupu, lebah, dan yang lain-lain yang menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
  • Memperbaiki kelestarian alam.
  • Tanaman refugia juga dapat digunakan sebagai pembatas jalan dan juga tanaman hias di lahan pertanian maupun permukiman.
  • Sebagai bahan makanan yang bernilai jual ekonomis.

Ada beberapa jenis tanaman refugia. Seperti tanaman kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam, dan bunga kertas. Sangat mudah melestarikan refugia. Dalam membudidayakan tanaman refugia tidak membutuhkan perawatan khusus. Cara penanamannya dilakukan dengan cara mengambil benih dari refugia yang telah mati dan kering kemudian disebar pada tanah yang subur dan menyiraminya 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Dalam waktu kurang lebih 10 hingga 15 hari, benih akan menjadi bibit yang berukuran sekitar 10 cm.

Bibit Refugia

Di desa Mijen, tanaman refugia dijadikan sebagai primadona dan identitas desa. Refugia dapat ditemukan di sepanjang jalan pinggir lahan sawah desa Mijen. Hal ini dimaksudkan untuk membasmi hama tanaman secara alami dan juga sebagai daya tarik desa, sehingga impian desa Mijen sebagai desa agrowisata yang mengusung refugia dapat terwujud kelak di kemudian hari.

Tapak dara

Bunga Kertas

Bunga Matahari Kecil

Jengger Ayam

Kenikir

Lurah dan Perangkat Desa di tengah-tengah refugia

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan